Empat Bocah Terseret Air Laut, Tiga Selamat Satu Meninggal

- Jurnalis

Kamis, 23 April 2026 - 04:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sayap.News.Barru —Suasana riang gembira empat bocah saat bermain air laut dibibir pantai Ujunge desa Madello, tiba-tiba berubah suasana menjadi kepanikan setelah air sedang pasang disertai datangnya arus gelombang laut, hingga menyeret keempat bocah tersebut.

Beruntung dua diantara empat bocah itu berhasil menyelamatkan diri. Sedangkan dua rekannya terseret arus. Rania bersama Giarni mampu berenang hingga ke tepi pantai dan  berteriak minta tolong.

Atas peristiwa ini, jajaran Polsek Balusu, Polres Barru, menunjukkan respons cepat dalam menangani peristiwa tenggelamnya seorang anak di pesisir Pantai Ujunge, Desa Madello, Kecamatan Balusu, Kabupaten Barru.

Peristiwa tragis tersebut terjadi sekitar pukul 16.00 WITA, Kamis(23/4/2026). Korban diketahui bernama Afifah (8), seorang siswi kelas 3 SD yang saat itu tengah bermain dan mandi laut bersama 3 ( Tiga) orang temannya di sekitar lokasi kejadian.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun, saat kondisi air laut sedang pasang, korban bersama tiga rekannya tiba-tiba terbawa arus. Dua di antaranya, Rania dan Giarni, berhasil menyelamatkan diri dan segera berteriak meminta pertolongan karena Afifah dan Ainun tidak mampu berenang ke tepi.

Sedangkan Ainun dan Afifah tidak sempat menyelamatkan diri karena tidak tahu berenang. Warga sekitar kemudian berusaha memberikan pertolongan dan berhasil menemukan Ainun yang sudah dalam kondisi lemas akibat terlalu banyak minum air laut. Ainun bisa diselamatkan dengan cara dikeluarkan air laut yang banyak masuk dalam tubuhnya.

Baca Juga :  Wabup Abustan: Akurasi dan Kemutakhiran Data Urgensi Sensus Ekonomi

Saksi, Ruslan (37), yang saat itu baru kembali dari melaut, mendengar teriakan minta tolong dari Rania yang berada di lokasi kejadian. Rania bersama Giarni berhasil berenang ke tepi pantai, sementara korban dan Ainun tidak mampu menyelamatkan diri.

Melihat kejadian tersebut, Ruslan segera meminta bantuan warga sekitar untuk melakukan pencarian menggunakan perahu. Upaya pertolongan terus dilakukan oleh masyarakat setempat. Sementara itu, seorang warga bernama Dedi (45) berusaha memberikan pertolongan pertama kepada Ainun dengan mengeluarkan air laut yang masuk ke dalam tubuhnya sebelum dibawa ke Puskesmas Madello.

Warga kemudian melanjutkan pencarian terhadap korban lainnya, Afifah, yang masih belum ditemukan. Sekitar 10 menit kemudian, korban akhirnya ditemukan oleh seorang warga bernama Yuda di samping perahu nelayan yang terparkir, dalam kondisi sudah tidak bernyawa.

Korban selanjutnya dievakuasi ke Puskesmas Madello untuk dilakukan pemeriksaan medis. Sementara itu, Ainun terlebih dahulu mendapatkan pertolongan pertama dari warga sebelum juga dilarikan ke fasilitas kesehatan untuk penanganan lebih lanjut.

Baca Juga :  Bupati Andi Ina Tegaskan Revisi RTRW Barru Bukan Untuk Kepentingan Korporasi

Hasil visum dari pihak Puskesmas Madello menunjukkan tidak adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban, sehingga korban diduga kuat meninggal dunia akibat tenggelam.

Kapolsek Balusu, Iptu Mustajil, mengungkapkan bahwa pihaknya segera bergerak cepat setelah menerima laporan dari masyarakat.

“Kami langsung mendatangi lokasi kejadian, berkoordinasi dengan pemerintah setempat dan tenaga medis, serta membantu proses evakuasi korban. Saat ini kami masih menunggu pihak keluarga korban untuk menentukan langkah selanjutnya, termasuk rencana autopsi,” ujarnya.

Ia juga mengimbau masyarakat agar lebih waspada saat beraktivitas di wilayah pesisir, khususnya bagi anak-anak.

“Kami mengingatkan masyarakat untuk selalu memperhatikan faktor keselamatan saat berada di pantai. Bagi yang tidak memiliki kemampuan berenang, sebaiknya tidak terlalu jauh ke laut. Selain itu, peran orang tua sangat penting dalam mengawasi aktivitas anak-anak agar kejadian serupa tidak terulang,” tegasnya.

Saat ini, pihak kepolisian masih menunggu kedatangan orang tua korban yang sedang dalam perjalanan dari Kota Makassar. Apabila pihak keluarga menolak dilakukan autopsi, maka akan dibuatkan surat pernyataan penolakan sesuai dengan prosedur yang berlaku.( Udi)

Berita Terkait

Eskalasi Bencana, Barru Tanggap Darurat
Optimalkan Pajak, Pemkab Barru-BPN Integrasi Data Pertanahan
Rakor HIV-AIDS Sulsel: Pemkab Barru Tekankan Kolaborasi Lintas Sektor
Sidak Perpustakaan, Bupati Barru Soroti Medsos dan Fasilitas Rusak
Barru Bersinergi Dukung Peresmian Nasional Sekolah Rakyat
Pengendalian Inflasi Sulsel Focus Distribusi Pangan dan BBM
Makassar Jadi Lokasi Peresmian Nasional SR, Bupati Barru Tegaskan Kesiapan Sinergi
Puncak HAN 2026: Pemkab Barru Wadahi Kreatifitas dan Partisipasi Anak
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 14:29 WIB

Eskalasi Bencana, Barru Tanggap Darurat

Selasa, 29 September 2026 - 13:07 WIB

Optimalkan Pajak, Pemkab Barru-BPN Integrasi Data Pertanahan

Kamis, 17 September 2026 - 20:26 WIB

Rakor HIV-AIDS Sulsel: Pemkab Barru Tekankan Kolaborasi Lintas Sektor

Kamis, 17 September 2026 - 19:28 WIB

Sidak Perpustakaan, Bupati Barru Soroti Medsos dan Fasilitas Rusak

Selasa, 15 September 2026 - 21:10 WIB

Pengendalian Inflasi Sulsel Focus Distribusi Pangan dan BBM

Berita Terbaru

Daerah

Eskalasi Bencana, Barru Tanggap Darurat

Selasa, 29 Sep 2026 - 14:29 WIB

Daerah

Optimalkan Pajak, Pemkab Barru-BPN Integrasi Data Pertanahan

Selasa, 29 Sep 2026 - 13:07 WIB