Branding Kopi Barru Harus Jadi Produk Khas Daerah

- Jurnalis

Jumat, 9 Januari 2026 - 07:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sayap.News.Barru— Wabup Barru, Dr. Ir. Abustan A. Bintang, M.Si., meninjau langsung lahan pertanaman kopi milik petani di Desa Gattareng, Kecamatan Pujananting, Jumat (9/1/2026).

Kunjungan ini merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Barru dalam mendorong penguatan sektor perkebunan rakyat, khususnya pengembangan kopi sebagai komoditas unggulan daerah.

Dalam peninjauan tersebut, Wakil Bupati berdialog langsung dengan petani dan pengurus kelompok tani untuk mendengarkan berbagai kendala di lapangan, mulai dari perawatan tanaman, peningkatan produktivitas, hingga pemasaran hasil panen.

Wabup Barru menegaskan bahwa kopi Pujananting memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi komoditas bernilai ekonomi tinggi apabila dikelola secara serius, berkelanjutan, serta didukung pendampingan teknis dan penguatan kelembagaan petani.

“Pemerintah daerah terus mendorong penguatan sektor perkebunan rakyat, termasuk kopi, melalui peningkatan kualitas produksi, pendampingan teknis, serta sinergi lintas sektor,” ujar Wabup.

Lebih lanjut, Wabup Barru menekankan pentingnya arah kebijakan hilirisasi dan penguatan branding Kopi Barru, agar komoditas kopi tidak hanya dipasarkan dalam bentuk bahan mentah, tetapi mampu memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi petani.

Baca Juga :  Barru Kabupaten Bersejarah, Bukan Daerah Biasa

Pemerintah daerah, lanjutnya, mendorong peningkatan kualitas pascapanen melalui pengolahan yang baik, standarisasi mutu, pengemasan, serta sertifikasi produk yang berorientasi pada kebutuhan pasar.

Selain itu, branding Kopi Barru sebagai produk khas daerah dengan karakter dan cita rasa tersendiri akan diperkuat melalui promosi terintegrasi, pengembangan UMKM pengolah kopi, kemitraan usaha, serta perluasan akses pasar baik regional maupun nasional.

Penguatan kelembagaan kelompok tani dan koperasi juga menjadi bagian penting dari strategi peningkatan posisi tawar petani dalam rantai nilai kopi.

“Kita ingin kopi Barru tidak berhenti di kebun, tetapi naik kelas melalui hilirisasi dan branding yang jelas, sehingga memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi petani dan daerah,” tegasnya.

Pada kesempatan tersebut, Wakil Bupati Barru didampingi Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Barru, Camat Pujananting, dan Kapolsek Pujananting, sekaligus melakukan pengawasan pemanfaatan bantuan bibit kopi yang bersumber dari APBN dan APBD Tahun Anggaran 2025.

Baca Juga :  Barru Boleh Bangga Atas Penghargaan Kanwil Kemenkumham

Pengawasan ini bertujuan memastikan bantuan tepat sasaran serta kualitas tanaman kopi tetap terjaga.

Selain pengawasan, kegiatan ini menjadi ruang diskusi untuk memastikan pendampingan lapangan berjalan optimal sebagai langkah strategis menciptakan sumber pendapatan baru yang berkelanjutan bagi petani.

Berdasarkan data di lapangan, pertanaman kopi di Kecamatan Pujananting saat ini tersebar di enam desa dengan total luas sekitar 200 hektare yang dikelola oleh 11 kelompok tani. Sebarannya meliputi Desa Gattareng (2 kelompok tani, ±30 hektare), Desa Pujananting (3 kelompok tani, ±50 hektare), Desa Jangan-Jangan (1 kelompok tani, ±20 hektare), Desa Bacu-Bacu (2 kelompok tani, ±30 hektare), dan desa lainnya di wilayah Kecamatan Pujananting.( Khalil)

Berita Terkait

Eskalasi Bencana, Barru Tanggap Darurat
Optimalkan Pajak, Pemkab Barru-BPN Integrasi Data Pertanahan
Rakor HIV-AIDS Sulsel: Pemkab Barru Tekankan Kolaborasi Lintas Sektor
Sidak Perpustakaan, Bupati Barru Soroti Medsos dan Fasilitas Rusak
Barru Bersinergi Dukung Peresmian Nasional Sekolah Rakyat
Pengendalian Inflasi Sulsel Focus Distribusi Pangan dan BBM
Makassar Jadi Lokasi Peresmian Nasional SR, Bupati Barru Tegaskan Kesiapan Sinergi
Puncak HAN 2026: Pemkab Barru Wadahi Kreatifitas dan Partisipasi Anak
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 14:29 WIB

Eskalasi Bencana, Barru Tanggap Darurat

Selasa, 29 September 2026 - 13:07 WIB

Optimalkan Pajak, Pemkab Barru-BPN Integrasi Data Pertanahan

Kamis, 17 September 2026 - 20:26 WIB

Rakor HIV-AIDS Sulsel: Pemkab Barru Tekankan Kolaborasi Lintas Sektor

Kamis, 17 September 2026 - 19:28 WIB

Sidak Perpustakaan, Bupati Barru Soroti Medsos dan Fasilitas Rusak

Selasa, 15 September 2026 - 21:10 WIB

Pengendalian Inflasi Sulsel Focus Distribusi Pangan dan BBM

Berita Terbaru

Daerah

Eskalasi Bencana, Barru Tanggap Darurat

Selasa, 29 Sep 2026 - 14:29 WIB

Daerah

Optimalkan Pajak, Pemkab Barru-BPN Integrasi Data Pertanahan

Selasa, 29 Sep 2026 - 13:07 WIB